Nobar Film Pesta Babi dan Diskusi Lingkungan Hidup, PDPM Karanganyar Ajak Pemuda Peduli Krisis Ekologi
Karanganyar— Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Pesta Babi dan diskusi lingkungan hidup pada Jumat, 5 Juni di Masjid Besar Al Mukarromah, Karanganyar.
Kegiatan yang dihadiri oleh kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), aktivis lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat umum ini menjadi ruang refleksi bersama mengenai berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari kerusakan ekosistem, konflik agraria, hingga dampak industri ekstraktif terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PDPM Karanganyar, Mahlich Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak cukup hanya dilakukan melalui seremonial, tetapi juga perlu diisi dengan ruang-ruang edukasi dan diskusi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.
“Penyelenggaraan nobar dan diskusi ini membuktikan bahwa Pemuda Muhammadiyah masih memiliki kepekaan terhadap berbagai isu ancaman dan kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kita. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan ekologis yang terus terjadi,” ujar Mahlich.
David Effendi, selaku Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah yang menjadi salah satu narasumber, menyoroti pesan penting yang diangkat dalam film Pesta Babi. Menurutnya, film tersebut membuka ruang bagi publik untuk melihat berbagai persoalan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian luas.
“Pesta Babi membuka ruang bagi publik untuk melihat persoalan yang selama ini jarang mendapat perhatian, seperti konflik agraria, krisis ekologis, hak masyarakat adat, serta pentingnya kebebasan berekspresi dalam demokrasi. Film ini mengajak kita memahami bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan alam, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan hak-hak masyarakat,” jelas David.
Diskusi semakin menarik dengan paparan dari Wishnu Try Utomo, yang mengulas berbagai tantangan tata kelola sumber daya alam dan industri pertambangan di Indonesia. Dalam pemaparannya, Wishnu menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan berpotensi memperparah krisis lingkungan dan memperlebar ketimpangan sosial di masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengawal kebijakan publik terkait lingkungan hidup serta mendorong praktik pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PDPM Karanganyar berharap semakin banyak pemuda yang memiliki kesadaran ekologis serta keberanian untuk terlibat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat demi keberlangsungan generasi mendatang.
Bidang ESDM dan LH – 089 750 734 18